Home Blog Apa Itu Akreditasi Jurnal? Pengertian, Fungsi, dan Cara Mengetahuinya
Apa Itu Akreditasi Jurnal? Pengertian, Fungsi, dan Cara Mengetahuinya
Sinta & Akreditasi

Penulis

Silvi

Tanggal

17 August 2026

Apa Itu Akreditasi Jurnal? Pengertian, Fungsi, dan Cara Mengetahuinya

Akreditasi jurnal menjadi salah satu hal yang sering diperhatikan ketika seseorang ingin memilih jurnal untuk publikasi artikel ilmiah. Status akreditasi dapat memberikan gambaran mengenai pengelolaan dan kualitas jurnal berdasarkan penilaian yang dilakukan melalui mekanisme yang telah ditetapkan.

Bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti, memahami akreditasi jurnal penting agar tidak keliru ketika mencari jurnal untuk menerbitkan artikel. Tidak semua jurnal yang menggunakan istilah nasional atau memiliki ISSN otomatis merupakan jurnal yang sudah terakreditasi.

Di Indonesia, akreditasi jurnal ilmiah berkaitan dengan sistem penilaian yang dilakukan melalui ARJUNA dan hasilnya dapat berkaitan dengan peringkat jurnal dalam SINTA. Mekanisme dan ketentuan akreditasi dapat diperbarui oleh kementerian sesuai dengan kebijakan yang berlaku.

Apa Itu Akreditasi Jurnal?

Akreditasi jurnal adalah proses penilaian terhadap jurnal ilmiah untuk mengetahui kualitas pengelolaan dan substansi jurnal berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.

Penilaian tidak hanya melihat tampilan website jurnal atau jumlah artikel yang diterbitkan. Aspek yang dinilai dapat mencakup pengelolaan jurnal, kualitas artikel, proses penerbitan, tata kelola, dan berbagai unsur lain sesuai pedoman akreditasi yang berlaku.

Karena itu, jurnal yang sudah memiliki status akreditasi menunjukkan bahwa jurnal tersebut telah melalui proses penilaian berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang.

Apa Fungsi Akreditasi Jurnal?

Akreditasi memiliki beberapa fungsi dalam ekosistem publikasi ilmiah.

Salah satunya adalah memberikan gambaran mengenai kualitas dan tata kelola suatu jurnal berdasarkan hasil penilaian.

Akreditasi juga dapat membantu penulis ketika memilih jurnal untuk publikasi. Dengan mengetahui status jurnal, penulis dapat menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan akademiknya.

Bagi pengelola jurnal, proses akreditasi juga dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan jurnal secara berkelanjutan.

Dengan demikian, akreditasi bukan sekadar label pada sebuah jurnal. Di dalamnya terdapat proses penilaian terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan penyelenggaraan jurnal ilmiah.

Apa Hubungan Akreditasi Jurnal dengan SINTA?

Akreditasi jurnal dan SINTA memiliki hubungan yang erat, tetapi keduanya bukan istilah yang sama.

Akreditasi merupakan proses penilaian terhadap jurnal berdasarkan instrumen dan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, SINTA atau Science and Technology Index merupakan sistem yang digunakan untuk mengindeks dan memetakan publikasi, sitasi, serta kinerja penelitian dan jurnal di Indonesia.

Dalam sistem yang dikenal luas, jurnal yang memperoleh peringkat akreditasi nasional dikategorikan dalam SINTA 1 sampai SINTA 6. Informasi resmi SINTA menjelaskan bahwa peringkat tersebut berkaitan dengan hasil penilaian akreditasi melalui ARJUNA.

Karena itu, istilah "jurnal SINTA" yang sering digunakan oleh mahasiswa pada praktiknya perlu dipahami lebih tepat berdasarkan status dan peringkat jurnal tersebut.

Apa Itu ARJUNA?

ARJUNA merupakan singkatan dari Akreditasi Jurnal Nasional.

ARJUNA digunakan sebagai sistem untuk proses akreditasi jurnal ilmiah nasional. Jurnal yang mengajukan akreditasi dinilai berdasarkan aspek-aspek yang ditentukan dalam pedoman dan petunjuk teknis yang berlaku.

Penilaian dilakukan oleh asesor yang menilai unsur yang berkaitan dengan manajemen jurnal dan substansi jurnal.

Pedoman akreditasi mencakup berbagai unsur penilaian, termasuk pengelolaan jurnal, substansi artikel, keberkalaan, penyebarluasan, dan aspek lain yang berkaitan dengan kualitas jurnal.

Apa Saja Peringkat Jurnal SINTA?

Jurnal yang memperoleh akreditasi nasional dapat berada pada salah satu dari enam peringkat, yaitu SINTA 1 sampai SINTA 6.

Secara umum, urutannya adalah:

SINTA 1 : Peringkat akreditasi 1

SINTA 2 : Peringkat akreditasi 2

SINTA 3 : Peringkat akreditasi 3

SINTA 4 : Peringkat akreditasi 4

SINTA 5 : Peringkat akreditasi 5

SINTA 6 : Peringkat akreditasi 6

Dalam informasi SINTA yang tersedia, rentang nilai akreditasi yang digunakan adalah 85–100 untuk peringkat 1, 70–84,99 untuk peringkat 2, 60–69,99 untuk peringkat 3, 50–59,99 untuk peringkat 4, 40–49,99 untuk peringkat 5, dan 30–39,99 untuk peringkat 6.

Namun, ketika membahas status jurnal pada saat ini, penulis sebaiknya tetap mengacu pada informasi dan ketentuan terbaru karena petunjuk teknis akreditasi dapat mengalami perubahan.

Apakah SINTA 1 Lebih Tinggi daripada SINTA 6?

Ya.

Dalam sistem peringkat akreditasi nasional, SINTA 1 merupakan peringkat yang lebih tinggi dibandingkan SINTA 6.

Urutannya dimulai dari SINTA 1 sebagai peringkat tertinggi, kemudian SINTA 2, SINTA 3, SINTA 4, SINTA 5, dan SINTA 6.

Perbedaan peringkat tersebut berkaitan dengan hasil penilaian akreditasi jurnal berdasarkan instrumen yang digunakan.

Meski demikian, penulis tidak sebaiknya memilih jurnal hanya berdasarkan angka SINTA. Kesesuaian bidang ilmu, fokus jurnal, ketentuan penulis, dan reputasi pengelolaan jurnal juga perlu diperhatikan.

Apakah Jurnal yang Memiliki ISSN Berarti Sudah Terakreditasi?

Tidak.

ISSN dan akreditasi merupakan dua hal yang berbeda.

ISSN berfungsi sebagai identitas untuk suatu terbitan berkala, sedangkan akreditasi berkaitan dengan proses penilaian kualitas jurnal berdasarkan kriteria tertentu.

Sebuah jurnal dapat memiliki ISSN tetapi belum tentu telah memperoleh akreditasi nasional.

Karena itu, ketika seseorang mencari jurnal terakreditasi, jangan hanya melihat apakah jurnal tersebut memiliki ISSN. Status akreditasinya perlu diperiksa secara terpisah.

Apa Saja yang Dinilai dalam Akreditasi Jurnal?

Penilaian akreditasi mencakup berbagai aspek.

Salah satu kelompok penilaian berkaitan dengan manajemen jurnal. Hal ini dapat mencakup tata kelola, keberkalaan, penyebarluasan, dan pengelolaan jurnal.

Kelompok lainnya berkaitan dengan substansi artikel. Aspek seperti kualitas isi, orisinalitas, kontribusi terhadap bidang ilmu, penggunaan referensi, sistem pengacuan, dan penyajian artikel dapat menjadi bagian dari penilaian sesuai instrumen yang berlaku.

Pedoman akreditasi juga menunjukkan adanya penilaian terhadap aspek manajemen dan substansi jurnal.

Artinya, akreditasi tidak hanya melihat satu bagian dari jurnal, tetapi menilai berbagai komponen yang saling berkaitan.

Mengapa Pengelolaan Jurnal Penting dalam Akreditasi?

Jurnal ilmiah tidak hanya dinilai dari artikel yang diterbitkan.

Pengelolaan jurnal juga menjadi bagian penting karena penerbitan ilmiah membutuhkan sistem yang teratur.

Jadwal penerbitan harus dikelola dengan baik, proses editorial perlu berjalan, artikel harus melalui proses penelaahan sesuai kebijakan jurnal, dan informasi jurnal perlu disajikan dengan jelas.

Pengelolaan yang baik membantu menjaga konsistensi penerbitan dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi penulis maupun pembaca.

Apa Hubungan Peer Review dengan Akreditasi?

Peer review merupakan salah satu bagian penting dalam pengelolaan jurnal ilmiah.

Dalam proses ini, artikel yang masuk dinilai oleh mitra bestari atau reviewer sesuai dengan kebijakan jurnal.

Proses tersebut membantu jurnal menilai kualitas dan kelayakan artikel sebelum diterbitkan.

Karena kualitas artikel dan proses pengelolaannya berkaitan dengan mutu jurnal, mekanisme review menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh pengelola jurnal.

Penulis juga sebaiknya membaca kebijakan peer review sebelum mengirimkan artikel agar memahami bagaimana naskah akan diproses.

Bagaimana Cara Mengetahui Jurnal Sudah Terakreditasi?

Cara paling aman adalah memeriksa informasi jurnal melalui sumber resmi yang berkaitan dengan akreditasi dan SINTA.

Jangan hanya mengandalkan tulisan "SINTA 2", "SINTA 3", atau "Jurnal Terakreditasi" yang tercantum pada halaman website jurnal.

Periksa nama jurnal, ISSN, penerbit, dan status atau peringkat yang tercatat pada sumber resmi.

Hal ini penting karena informasi pada website jurnal dapat saja belum diperbarui atau tidak menjelaskan status akreditasi secara lengkap.

Apa yang Perlu Dicek Saat Memeriksa Status Jurnal?

Ada beberapa informasi yang sebaiknya dicocokkan.

Pertama, nama jurnal.

Kedua, ISSN jurnal, terutama e-ISSN atau p-ISSN yang tercantum.

Ketiga, nama penerbit atau pengelola jurnal.

Keempat, peringkat akreditasi yang dimiliki.

Kelima, masa berlaku atau informasi penetapan akreditasi apabila tersedia.

Pencocokan beberapa informasi tersebut membantu memastikan bahwa jurnal yang diperiksa memang jurnal yang dimaksud.

Apakah Peringkat SINTA Bisa Berubah?

Status dan peringkat jurnal dapat berubah sesuai dengan hasil evaluasi atau proses akreditasi yang berlaku.

Karena itu, informasi yang pernah ditemukan beberapa tahun lalu belum tentu menjadi gambaran status jurnal pada saat ini.

Hal ini penting terutama bagi mahasiswa atau penulis yang memiliki persyaratan publikasi berdasarkan peringkat tertentu.

Sebelum melakukan submit, sebaiknya status jurnal diperiksa kembali menggunakan informasi terbaru.

Apakah Jurnal yang Belum Terakreditasi Berarti Tidak Berkualitas?

Tidak selalu.

Belum terakreditasi tidak otomatis berarti jurnal tersebut buruk.

Ada jurnal yang masih dalam proses pengembangan, baru memenuhi persyaratan penerbitan, atau belum memperoleh akreditasi nasional.

Namun, jika kebutuhan publikasi mensyaratkan jurnal terakreditasi atau peringkat SINTA tertentu, maka status akreditasi tetap menjadi hal yang harus diperhatikan.

Penulis perlu membedakan antara kualitas jurnal secara umum dengan status formal akreditasi yang dimilikinya.

Apakah Semua Jurnal SINTA Cocok untuk Semua Artikel?

Tidak.

Setiap jurnal memiliki fokus dan ruang lingkup keilmuan yang berbeda.

Jurnal yang memiliki peringkat SINTA tinggi belum tentu sesuai dengan artikel yang akan dikirimkan jika bidang penelitian tidak sesuai dengan fokus jurnal.

Misalnya, artikel mengenai pendidikan tidak otomatis cocok dikirimkan ke semua jurnal yang memiliki peringkat SINTA.

Penulis perlu membaca fokus dan scope jurnal sebelum melakukan submission.

Bagaimana Memilih Jurnal Berdasarkan Akreditasinya?

Pemilihan jurnal sebaiknya dimulai dari kebutuhan publikasi.

Jika kampus atau institusi menetapkan persyaratan minimal SINTA 2, maka penulis perlu mencari jurnal yang memenuhi persyaratan tersebut.

Setelah itu, periksa bidang ilmu, fokus jurnal, jenis artikel yang diterima, template, jadwal penerbitan, proses review, dan ketentuan lainnya.

Dengan cara tersebut, penulis tidak hanya memilih jurnal berdasarkan peringkat, tetapi juga mempertimbangkan kesesuaian artikel.

Apakah SINTA 1 Selalu Menjadi Pilihan Terbaik?

Belum tentu.

SINTA 1 memang merupakan peringkat akreditasi yang tinggi dalam sistem tersebut, tetapi pilihan jurnal tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter artikel.

Jika artikel lebih sesuai dengan jurnal SINTA 2 atau SINTA 3 yang memiliki fokus keilmuan sangat relevan, jurnal tersebut dapat menjadi pilihan yang lebih masuk akal daripada memaksakan artikel ke jurnal dengan peringkat lebih tinggi tetapi tidak sesuai bidangnya.

Kesesuaian antara artikel dan jurnal merupakan salah satu faktor penting dalam proses publikasi.

Apa Perbedaan Akreditasi Jurnal dan Indeksasi?

Akreditasi dan indeksasi memiliki tujuan yang berbeda.

Akreditasi berkaitan dengan proses penilaian kualitas jurnal berdasarkan instrumen tertentu.

Indeksasi berkaitan dengan pencantuman jurnal atau artikel dalam suatu layanan pengindeks sehingga publikasi dapat lebih mudah ditemukan dan diakses.

Sebuah jurnal dapat memiliki berbagai indeksasi, tetapi keberadaan suatu jurnal pada layanan pengindeks tertentu tidak otomatis berarti jurnal tersebut memiliki peringkat akreditasi tertentu.

Karena itu, penulis perlu membedakan istilah akreditasi, indeksasi, dan pemeringkatan jurnal.

Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Submit ke Jurnal Terakreditasi?

Sebelum mengirim artikel, baca terlebih dahulu pedoman penulis pada jurnal yang dituju.

Periksa apakah topik artikel sesuai dengan fokus jurnal.

Kemudian sesuaikan format artikel dengan template yang diberikan.

Periksa struktur artikel, jumlah kata, gaya sitasi, format daftar pustaka, serta persyaratan lainnya.

Penulis juga perlu memastikan bahwa artikel merupakan karya yang layak dipublikasikan dan tidak memiliki masalah terkait plagiarisme atau pelanggaran etika publikasi.

Mengapa Penulis Perlu Mengecek Status Jurnal Sebelum Membayar?

Pengecekan status jurnal penting sebelum penulis mengambil keputusan terkait biaya publikasi.

Penulis sebaiknya mengetahui terlebih dahulu apakah jurnal benar-benar memiliki status akreditasi seperti yang ditawarkan.

Jangan hanya percaya pada klaim promosi atau informasi dari pihak ketiga.

Periksa nama jurnal dan identitasnya melalui sumber resmi. Jika terdapat perbedaan informasi, jangan terburu-buru melakukan pembayaran sebelum status dan ketentuannya jelas.

Bagaimana Jika Informasi Akreditasi di Website Jurnal Berbeda?

Jika informasi pada website jurnal berbeda dengan informasi pada sumber resmi, penulis perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Periksa nama jurnal, ISSN, nomor atau dokumen penetapan, serta periode akreditasi apabila tersedia.

Jangan langsung menganggap informasi yang tercantum di salah satu tempat sebagai yang paling benar.

Untuk kebutuhan akademik yang memiliki konsekuensi penting, gunakan informasi resmi dan terbaru sebagai dasar.

Akreditasi Jurnal untuk Mahasiswa

Bagi mahasiswa, akreditasi jurnal sering menjadi perhatian ketika kampus menetapkan persyaratan publikasi sebagai bagian dari tugas akhir atau kegiatan akademik lainnya.

Namun, persyaratan setiap perguruan tinggi dapat berbeda.

Ada kampus yang menentukan peringkat SINTA tertentu, sementara kampus lain dapat memiliki ketentuan yang berbeda berdasarkan program studi atau jenjang pendidikan.

Karena itu, mahasiswa perlu membaca pedoman kampus dan memastikan jurnal yang dipilih sesuai dengan persyaratan tersebut.

Akreditasi Jurnal untuk Dosen dan Peneliti

Bagi dosen dan peneliti, pemilihan jurnal dapat berkaitan dengan kebutuhan publikasi, rekam jejak penelitian, serta target institusi.

Akreditasi menjadi salah satu informasi yang dapat dipertimbangkan ketika menentukan tujuan publikasi.

Namun, selain peringkat, peneliti juga perlu mempertimbangkan kesesuaian bidang, kualitas proses editorial, waktu publikasi, kebijakan jurnal, dan reputasi penerbit.

Pemilihan jurnal yang tepat dapat membantu artikel menjangkau pembaca yang sesuai dengan bidang penelitian.

Hal yang Perlu Diingat tentang Akreditasi Jurnal

Akreditasi merupakan salah satu indikator formal yang dapat digunakan untuk mengenali status suatu jurnal, tetapi bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan.

Penulis tetap perlu memeriksa kualitas artikel yang diterbitkan, bidang keilmuan, proses review, kebijakan etika, konsistensi penerbitan, serta informasi jurnal lainnya.

Selain itu, status akreditasi perlu diperiksa menggunakan informasi terbaru karena kebijakan dan penetapan jurnal dapat berubah.

Bagi penulis yang sedang mencari jurnal untuk publikasi, memahami akreditasi akan membantu proses pemilihan jurnal menjadi lebih terarah. Jangan hanya melihat angka SINTA, tetapi periksa juga apakah jurnal tersebut benar-benar sesuai dengan artikel dan persyaratan publikasi yang dibutuhkan.

Akreditasi jurnal pada dasarnya merupakan bagian dari upaya menjaga mutu jurnal ilmiah melalui proses penilaian yang terstruktur. Di Indonesia, proses ini berkaitan dengan ARJUNA dan pemeringkatan jurnal dalam SINTA.

Karena informasi dan ketentuan akreditasi dapat diperbarui, pengecekan status jurnal sebaiknya selalu dilakukan berdasarkan informasi terbaru sebelum artikel dikirimkan.

Punya Artikel yang Ingin Dipublikasikan?

Temukan pilihan jurnal yang sesuai dengan bidang penelitian Anda dan mulai proses publikasi bersama Pusat Jurnal.

Hubungi Kami / Konsultasi