Home Blog Apa Itu Jurnal Ilmiah? Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Cara Publikasinya
Apa Itu Jurnal Ilmiah? Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Cara Publikasinya
Jurnal & Publikasi

Penulis

Silvi

Tanggal

01 August 2026

Apa Itu Jurnal Ilmiah? Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Cara Publikasinya

Jurnal ilmiah sudah menjadi bagian penting dalam kegiatan akademik. Mahasiswa menggunakannya untuk mencari referensi, peneliti menggunakannya untuk membaca perkembangan penelitian, sementara dosen dan akademisi menggunakannya sebagai salah satu media untuk menyebarluaskan hasil penelitian.

Meski istilahnya sering ditemui, masih ada yang menganggap jurnal ilmiah dan artikel ilmiah adalah hal yang sama. Padahal, keduanya berbeda. Jurnal merupakan terbitan berkala yang memuat sejumlah artikel, sedangkan artikel ilmiah merupakan tulisan yang diterbitkan di dalam jurnal.

Lalu, apa sebenarnya jurnal ilmiah, apa fungsinya, dan bagaimana cara mempublikasikan artikel di dalamnya?

Apa Itu Jurnal Ilmiah?

Jurnal ilmiah adalah terbitan berkala yang memuat tulisan ilmiah dalam bidang keilmuan tertentu. Isi jurnal dapat berupa hasil penelitian, kajian, atau tulisan ilmiah lain yang sesuai dengan fokus dan kebijakan jurnal.

Sebuah jurnal biasanya memiliki nama, fokus dan ruang lingkup, penerbit, dewan editor, nomor identifikasi publikasi, serta jadwal penerbitan. Jurnal juga memiliki pedoman yang menjelaskan ketentuan bagi penulis yang ingin mengirimkan artikel.

Jadi, jurnal ilmiah bukanlah satu tulisan tertentu. Jurnal merupakan wadah penerbitan yang di dalamnya terdapat artikel-artikel ilmiah.

Sebagai contoh, satu jurnal bidang pendidikan dapat menerbitkan beberapa artikel dalam satu edisi. Artikel tersebut bisa ditulis oleh penulis yang berbeda dan membahas topik yang berbeda, selama masih sesuai dengan ruang lingkup jurnal.

Apa Perbedaan Jurnal Ilmiah dan Artikel Ilmiah?

Perbedaannya cukup sederhana.

Jurnal ilmiah adalah terbitan berkala yang memuat berbagai tulisan ilmiah.

Artikel ilmiah adalah tulisan yang membahas suatu penelitian, kajian, atau persoalan ilmiah dan dapat diterbitkan dalam jurnal.

Misalnya, seorang mahasiswa telah menyelesaikan penelitian tentang penggunaan media pembelajaran. Hasil penelitian tersebut dapat ditulis menjadi artikel ilmiah. Artikel itu kemudian dapat dikirimkan ke jurnal yang memiliki fokus pada bidang pendidikan.

Karena itu, ketika seseorang mengatakan ingin "menerbitkan jurnal", yang biasanya dimaksud adalah mempublikasikan artikel ilmiah pada sebuah jurnal.

Apa Fungsi Jurnal Ilmiah?

Jurnal ilmiah tidak hanya menjadi tempat untuk menerbitkan hasil penelitian. Dalam kegiatan akademik, jurnal memiliki beberapa fungsi penting.

Menyebarluaskan hasil penelitian

Penelitian yang sudah selesai dilakukan akan lebih bermanfaat ketika hasilnya dapat diketahui oleh orang lain.

Melalui jurnal, hasil penelitian dapat dibaca oleh peneliti, dosen, mahasiswa, maupun pembaca lain yang memiliki kebutuhan atau minat pada bidang tersebut.

Menjadi sumber referensi

Artikel jurnal dapat digunakan untuk memahami penelitian yang sudah pernah dilakukan.

Peneliti dapat melihat teori yang digunakan, metode penelitian, hasil yang diperoleh, serta pembahasan yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya.

Informasi tersebut kemudian dapat membantu ketika seseorang ingin melakukan penelitian baru.

Mendukung perkembangan ilmu pengetahuan

Penelitian baru biasanya memiliki hubungan dengan penelitian yang sudah ada.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dapat menjadi dasar untuk penelitian berikutnya. Peneliti lain dapat mengembangkan, membandingkan, atau menguji kembali temuan yang sudah tersedia.

Dengan cara inilah pengetahuan dapat berkembang dari satu penelitian ke penelitian berikutnya.

Menjadi media komunikasi ilmiah

Jurnal memungkinkan peneliti menyampaikan temuan dan gagasannya kepada komunitas akademik.

Sebuah penelitian tidak berhenti ketika laporan penelitian selesai dibuat. Ketika hasilnya dipublikasikan, penelitian tersebut dapat menjadi bagian dari pembahasan ilmiah yang lebih luas.

Membangun rekam jejak akademik

Publikasi ilmiah juga dapat menjadi bagian dari rekam jejak akademik penulis.

Bagi dosen dan peneliti, publikasi dapat menunjukkan bidang penelitian yang ditekuni serta kontribusi yang telah diberikan dalam bidang tersebut.

Apa Saja Jenis Jurnal Ilmiah?

Jurnal dapat dibedakan berdasarkan bidang ilmu, fokus, penerbit, cakupan, dan karakteristik penerbitannya.

Jika dilihat dari bidang keilmuan, misalnya terdapat:

  • Jurnal pendidikan
  • Jurnal ekonomi
  • Jurnal hukum
  • Jurnal kesehatan
  • Jurnal teknik
  • Jurnal pertanian
  • Jurnal sosial dan humaniora
  • Jurnal teknologi informasi
  • Jurnal komunikasi
  • Jurnal manajemen

Satu jurnal juga dapat memiliki cakupan yang lebih khusus. Misalnya, jurnal pendidikan dapat berfokus pada pendidikan dasar, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, atau bidang pendidikan tertentu lainnya.

Karena itu, penulis tidak cukup hanya melihat nama jurnal. Fokus dan ruang lingkupnya perlu dibaca sebelum artikel dikirim.

Apa Itu Peer Review?

Peer review merupakan proses penilaian terhadap naskah oleh reviewer yang memiliki keahlian yang relevan dengan bidang artikel.

Dalam proses ini, reviewer dapat memberikan masukan mengenai isi dan kualitas naskah. Hasil penilaian tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan editor dalam menentukan keputusan terhadap artikel.

Mekanisme peer review tidak selalu sama pada setiap jurnal. Ada jurnal yang menggunakan jumlah reviewer dan metode penilaian yang berbeda.

Karena itu, penulis sebaiknya membaca informasi mengenai proses review pada jurnal yang ingin dituju.

Perlu diingat bahwa adanya peer review juga tidak berarti sebuah artikel pasti diterima. Artikel tetap dapat diminta untuk diperbaiki atau ditolak berdasarkan proses editorial dan penilaian yang dilakukan jurnal.

Apa Itu ISSN?

ISSN adalah singkatan dari International Standard Serial Number.

ISSN merupakan nomor yang digunakan untuk mengidentifikasi publikasi berseri, termasuk jurnal ilmiah. ISSN terdiri dari delapan digit dan digunakan untuk membedakan satu publikasi berkala dengan publikasi lainnya.

ISSN berkaitan dengan identitas sebuah publikasi. Karena itu, keberadaan ISSN tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya ukuran untuk menilai kualitas jurnal.

Jurnal yang memiliki ISSN belum tentu otomatis terakreditasi atau terindeks pada sistem tertentu. Status akreditasi dan indeksasi perlu diperiksa secara terpisah.

Apa Itu DOI?

DOI atau Digital Object Identifier merupakan pengenal unik untuk suatu objek digital.

Dalam penerbitan ilmiah, DOI banyak digunakan untuk artikel jurnal. DOI membantu memberikan identitas yang konsisten pada sebuah artikel sehingga artikel tersebut lebih mudah ditemukan dan dirujuk.

DOI berbeda dengan ISSN. ISSN digunakan untuk mengidentifikasi publikasi berseri, sedangkan DOI dapat digunakan untuk mengidentifikasi objek digital tertentu, termasuk artikel.

Keberadaan DOI juga tidak berarti sebuah artikel otomatis memiliki kualitas tertentu atau sebuah jurnal otomatis terakreditasi. DOI pada dasarnya berfungsi sebagai pengenal.

Apa Itu Sinta?

Sinta atau Science and Technology Index merupakan sistem informasi berbasis web yang menyediakan informasi mengenai publikasi, sitasi, peneliti, institusi, dan jurnal di Indonesia.

Dalam Sinta, pengguna dapat menemukan informasi mengenai jurnal, termasuk data akreditasi dan berbagai informasi bibliografis yang tersedia.

Istilah "jurnal Sinta" sendiri perlu dipahami dengan hati-hati. Jurnal yang tercantum dalam Sinta memiliki informasi dan status masing-masing. Karena status dapat berubah, penulis yang membutuhkan jurnal dengan tingkat akreditasi tertentu sebaiknya memeriksa informasi terbaru dari sumber resmi sebelum melakukan submission.

Bagaimana Cara Mempublikasikan Artikel di Jurnal Ilmiah?

Setiap jurnal memiliki aturan dan alur penerbitan masing-masing. Namun, secara umum prosesnya kurang lebih seperti berikut.

1. Menyiapkan artikel

Artikel harus disusun berdasarkan penelitian atau kajian yang dilakukan.

Sebelum mencari jurnal, pastikan isi artikel sudah cukup matang. Tujuan penelitian harus jelas, metode dijelaskan dengan baik, hasil sesuai dengan data, dan pembahasan memiliki hubungan yang jelas dengan penelitian.

2. Mencari jurnal yang sesuai

Setelah artikel siap, langkah berikutnya adalah mencari jurnal yang sesuai dengan topik penelitian.

Perhatikan fokus dan ruang lingkup jurnal. Jangan memilih hanya berdasarkan nama jurnal atau karena ada pihak yang menyarankannya.

Artikel yang sebenarnya bagus tetap dapat ditolak jika topiknya tidak sesuai dengan ruang lingkup jurnal.

3. Membaca pedoman penulis

Setiap jurnal memiliki pedoman penulisan masing-masing.

Beberapa hal yang biasanya perlu diperhatikan antara lain:

  • Struktur artikel
  • Format naskah
  • Jumlah kata atau halaman
  • Gaya sitasi
  • Format tabel dan gambar
  • Ketentuan referensi
  • Bahasa artikel
  • Format file
  • Dokumen pendukung yang harus disiapkan

Membaca pedoman sebelum menulis atau melakukan submission dapat menghemat waktu karena penulis sudah mengetahui persyaratan sejak awal.

4. Mengirimkan artikel

Jika artikel sudah sesuai dengan ketentuan, penulis dapat mengirimkannya melalui sistem yang digunakan jurnal.

Sebelum menekan tombol submission, periksa kembali data penulis, file artikel, informasi pendukung, serta dokumen lain yang diminta.

5. Pemeriksaan awal oleh editor

Artikel yang masuk biasanya diperiksa terlebih dahulu oleh editor.

Pemeriksaan dapat mencakup kesesuaian topik dengan jurnal, kelengkapan naskah, dan persyaratan awal lainnya.

Pada tahap ini, artikel belum tentu langsung masuk ke proses peer review.

6. Proses review

Jika artikel dilanjutkan ke tahap review, reviewer akan memberikan penilaian dan masukan berdasarkan bidang serta kebijakan jurnal.

Hasilnya bisa berbeda. Artikel dapat diterima, diminta melakukan revisi, atau ditolak.

7. Melakukan revisi

Jika terdapat permintaan revisi, penulis perlu membaca komentar editor atau reviewer dengan teliti.

Perbaikan dapat dilakukan pada bagian tertentu dari artikel, seperti metode, analisis, pembahasan, referensi, maupun aspek teknis penulisan.

Setelah diperbaiki, artikel dapat dikirim kembali sesuai dengan prosedur jurnal.

8. Artikel diterbitkan

Jika artikel telah dinyatakan diterima dan seluruh proses editorial selesai, artikel akan diproses untuk diterbitkan.

Setelah artikel terbit, artikel tersebut dapat dibaca dan digunakan sebagai referensi oleh peneliti lain.

Bagaimana Cara Memilih Jurnal yang Tepat?

Memilih jurnal tidak sebaiknya dilakukan hanya berdasarkan kecepatan penerbitan atau klaim yang terlihat menarik.

Ada beberapa hal yang lebih penting untuk diperiksa.

Sesuaikan dengan bidang penelitian

Pastikan topik artikel memang masuk dalam fokus jurnal.

Baca bagian focus and scope pada website jurnal dan lihat beberapa artikel yang sudah diterbitkan.

Periksa pedoman penulis

Pastikan format artikel yang dimiliki dapat disesuaikan dengan ketentuan jurnal.

Hal ini termasuk struktur artikel, gaya sitasi, jumlah kata, format tabel, dan ketentuan lainnya.

Periksa informasi jurnal

Lihat nama penerbit, identitas jurnal, informasi editor, jadwal penerbitan, serta arsip artikel yang sudah diterbitkan.

Informasi yang jelas dan mudah diperiksa akan membantu penulis menilai jurnal dengan lebih baik.

Periksa status indeksasi atau akreditasi

Jika publikasi membutuhkan jurnal dengan status tertentu, periksa status tersebut melalui sumber resmi yang relevan.

Jangan hanya mengandalkan logo atau klaim yang ditampilkan pada sebuah website.

Perhatikan proses editorial

Jurnal yang baik seharusnya memberikan informasi yang cukup mengenai proses pengiriman, review, dan penerbitan artikelnya.

Penulis perlu memahami proses tersebut sebelum mengirimkan naskah.

Mengapa Artikel Bisa Ditolak?

Tidak semua artikel yang dikirim ke jurnal akan diterima.

Ada banyak alasan yang dapat menyebabkan sebuah artikel ditolak. Beberapa di antaranya adalah:

  • Topik tidak sesuai dengan fokus jurnal
  • Masalah penelitian kurang jelas
  • Metode penelitian memiliki kelemahan
  • Data tidak cukup mendukung pembahasan
  • Pembahasan belum menjawab tujuan penelitian
  • Referensi kurang relevan
  • Struktur artikel tidak sesuai pedoman
  • Kontribusi penelitian belum terlihat dengan jelas
  • Terdapat masalah dalam penyajian atau penulisan

Penolakan bukan selalu berarti penelitian tersebut tidak berguna. Bisa saja masalahnya terletak pada ketidaksesuaian dengan jurnal yang dipilih atau pada bagian tertentu dari naskah yang masih perlu diperbaiki.

Karena itu, setelah mendapatkan penolakan, penulis sebaiknya membaca alasan dan komentar yang diberikan sebelum menentukan langkah berikutnya.

Apa yang Perlu Diperiksa Sebelum Mengirim Artikel?

Sebelum melakukan submission, luangkan waktu untuk memeriksa artikel dari awal sampai akhir.

Pastikan:

  • Topik sesuai dengan fokus jurnal
  • Judul sesuai dengan isi penelitian
  • Abstrak menggambarkan penelitian dengan jelas
  • Tujuan penelitian sudah jelas
  • Metode dijelaskan dengan cukup
  • Hasil sesuai dengan data
  • Pembahasan berkaitan dengan hasil penelitian
  • Kesimpulan menjawab tujuan penelitian
  • Referensi relevan
  • Sitasi dan daftar pustaka konsisten
  • Format artikel sudah mengikuti pedoman jurnal
  • Seluruh dokumen yang diminta sudah tersedia

Hal-hal tersebut terlihat sederhana, tetapi kesalahan teknis sering kali dapat dihindari jika artikel diperiksa kembali sebelum dikirim.

Jurnal ilmiah pada akhirnya bukan hanya soal tempat menerbitkan tulisan. Di dalamnya terdapat proses yang menghubungkan penelitian, penulis, editor, reviewer, dan pembaca. Karena itu, memilih jurnal sebaiknya dilakukan dengan melihat kesesuaian bidang dan memahami proses penerbitannya, bukan hanya mengejar jurnal yang dianggap paling cepat atau paling mudah menerima artikel.

Bagi mahasiswa maupun peneliti yang baru mulai mempublikasikan karya ilmiah, memahami proses ini sejak awal akan membuat persiapan artikel menjadi lebih terarah. Dengan artikel yang baik dan jurnal tujuan yang tepat, publikasi dapat menjadi bagian dari proses berbagi pengetahuan sekaligus memperluas manfaat dari penelitian yang telah dilakukan.

Punya Artikel yang Ingin Dipublikasikan?

Temukan pilihan jurnal yang sesuai dengan bidang penelitian Anda dan mulai proses publikasi bersama Pusat Jurnal.

Hubungi Kami / Konsultasi