Penulis
Nabillah Fiqa Mawarni
Tanggal
15 September 2026
Apa Itu Jurnal Predator? Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Jurnal predator adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada penerbit atau jurnal ilmiah yang menjalankan praktik penerbitan secara tidak etis atau tidak memenuhi standar publikasi ilmiah yang semestinya, terutama dengan mengejar keuntungan dari penulis tanpa memberikan proses editorial dan peer review yang memadai.
Istilah ini perlu dipahami dengan hati-hati. Sebuah jurnal tidak seharusnya disebut predator hanya karena memiliki biaya publikasi atau menggunakan model Open Access. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana jurnal tersebut menjalankan proses penerbitan, transparansi informasi, peer review, dan standar editorialnya.
Bagi penulis, mengenali karakteristik jurnal yang bermasalah menjadi penting sebelum mengirimkan artikel. Kesalahan memilih jurnal dapat membuat biaya dan waktu yang telah dikeluarkan menjadi sia-sia serta berpotensi menimbulkan masalah dalam rekam publikasi.
Mengapa Jurnal Predator Perlu Diwaspadai?
Publikasi ilmiah membutuhkan proses yang dapat dipertanggungjawabkan. Artikel yang dikirimkan kepada jurnal seharusnya melalui proses editorial dan penilaian yang sesuai dengan kebijakan jurnal.
Jurnal yang menjalankan praktik penerbitan tidak etis dapat menawarkan proses publikasi yang sangat cepat tanpa penjelasan yang memadai mengenai proses penelaahan naskah. Dalam kondisi tertentu, penulis juga dapat menerima informasi biaya yang tidak transparan atau klaim indeksasi yang sulit diverifikasi.
Bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti, hal tersebut dapat menjadi masalah karena publikasi bukan hanya mengenai artikel yang berhasil terbit, tetapi juga mengenai kredibilitas tempat artikel tersebut diterbitkan.
Ciri-Ciri Jurnal Predator
Tidak ada satu ciri tunggal yang dapat digunakan untuk langsung menetapkan sebuah jurnal sebagai jurnal predator. Namun, terdapat beberapa tanda peringatan yang patut diperiksa lebih lanjut.
1. Janji Publikasi yang Tidak Wajar
Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah janji publikasi dalam waktu yang sangat singkat tanpa penjelasan yang masuk akal mengenai proses editorial dan peer review.
Proses pemeriksaan naskah membutuhkan waktu yang berbeda-beda pada setiap jurnal. Karena itu, tawaran yang menjanjikan artikel pasti diterima atau diterbitkan dalam waktu sangat singkat perlu diperiksa secara kritis.
2. Proses Peer Review Tidak Jelas
Jurnal ilmiah seharusnya memberikan informasi mengenai proses penilaian naskah yang digunakan.
Jika informasi mengenai peer review tidak tersedia, sangat samar, atau jurnal memberikan kesan bahwa artikel akan diterima tanpa melalui pemeriksaan yang memadai, penulis perlu berhati-hati.
3. Informasi Penerbit Tidak Transparan
Periksa siapa yang menerbitkan jurnal tersebut, alamat dan informasi kontaknya, serta informasi lain mengenai organisasi penerbit.
Jika identitas penerbit sulit diverifikasi atau informasi yang tersedia saling bertentangan, hal tersebut dapat menjadi tanda peringatan.
4. Klaim Indeksasi yang Meragukan
Beberapa jurnal dapat mencantumkan berbagai nama database atau layanan indeksasi untuk menunjukkan kredibilitasnya.
Penulis sebaiknya tidak hanya percaya pada logo atau daftar indeksasi yang terdapat di situs jurnal. Jika jurnal mengklaim terindeks pada database tertentu, lakukan verifikasi langsung melalui sumber resmi database tersebut.
5. Dewan Editor Sulit Diverifikasi
Jurnal biasanya memberikan informasi mengenai editor dan anggota editorial board.
Periksa apakah nama-nama tersebut dapat diverifikasi dan apakah bidang keahlian mereka sesuai dengan ruang lingkup jurnal.
Jika terdapat nama yang tidak dapat diverifikasi atau informasi yang tampak tidak konsisten, penulis perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
6. Biaya Publikasi Tidak Transparan
Biaya publikasi bukan berarti jurnal tersebut predator. Banyak jurnal yang memang mengenakan biaya kepada penulis.
Yang perlu diperhatikan adalah transparansi biaya. Penulis sebaiknya mengetahui berapa biaya yang dikenakan, kapan pembayaran dilakukan, dan layanan apa saja yang termasuk di dalamnya.
7. Scope Jurnal Terlalu Luas
Jurnal yang menerima hampir semua bidang ilmu tanpa batasan yang jelas perlu diperiksa dengan lebih teliti.
Jurnal yang kredibel biasanya memiliki fokus dan ruang lingkup yang dapat dijelaskan secara jelas kepada calon penulis.
Apakah Jurnal Berbayar Berarti Jurnal Predator?
Tidak.
Adanya biaya publikasi tidak cukup untuk menyebut sebuah jurnal sebagai jurnal predator.
Sejumlah jurnal menerapkan biaya pemrosesan artikel atau biaya publikasi sebagai bagian dari model penerbitannya. Hal tersebut dapat ditemukan pada berbagai model publikasi, termasuk sebagian jurnal Open Access.
Yang lebih penting adalah melihat transparansi biaya, kualitas proses editorial, peer review, identitas penerbit, kebijakan publikasi, dan kredibilitas jurnal secara keseluruhan.
Apakah Jurnal Open Access Berarti Jurnal Predator?
Juga tidak.
Open Access merupakan model yang memungkinkan pembaca mengakses artikel tanpa harus membayar untuk membaca artikel tersebut. Model ini berbeda dengan persoalan apakah sebuah penerbit menjalankan praktik publikasi secara etis.
Jadi, jangan menggunakan Open Access sebagai satu-satunya indikator untuk menilai apakah sebuah jurnal dapat dipercaya.
Jurnal Open Access dapat memiliki proses editorial dan peer review yang jelas. Sebaliknya, penerbit yang bermasalah juga dapat menggunakan berbagai model akses.
Bagaimana Cara Mengecek Jurnal Sebelum Submit?
Sebelum mengirim artikel, penulis dapat melakukan pemeriksaan secara bertahap.
1. Periksa Situs Resmi Jurnal
Baca informasi mengenai fokus jurnal, penerbit, editorial board, pedoman penulis, proses peer review, biaya publikasi, dan kebijakan lainnya.
Jangan hanya melihat halaman depan. Informasi penting sering terdapat pada bagian khusus seperti About, Editorial Team, Author Guidelines, atau Publication Ethics.
2. Periksa Artikel yang Sudah Diterbitkan
Lihat beberapa artikel yang telah diterbitkan.
Perhatikan apakah artikel-artikelnya sesuai dengan scope jurnal, bagaimana struktur artikelnya, informasi DOI jika tersedia, serta konsistensi penerbitannya.
3. Verifikasi Indeksasi
Jika jurnal menyatakan terindeks pada layanan tertentu, lakukan pengecekan melalui sumber resmi layanan tersebut.
Langkah ini penting karena keberadaan logo atau klaim indeksasi di situs jurnal saja belum cukup sebagai bukti.
4. Periksa Identitas Penerbit
Cari informasi mengenai penerbit dan pastikan identitasnya dapat diverifikasi.
Perhatikan apakah informasi kontak, alamat, organisasi, dan informasi penerbitan terlihat konsisten.
5. Periksa Kebijakan Peer Review
Cari tahu bagaimana naskah dinilai setelah disubmit.
Jurnal yang transparan biasanya memberikan penjelasan mengenai proses penelaahan yang digunakan.
6. Periksa Biaya
Pastikan seluruh biaya diketahui sebelum artikel dikirim.
Jangan ragu membaca kembali halaman biaya publikasi dan ketentuan pembayaran agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Jangan Terburu-Buru Memilih Jurnal karena Tawaran Email
Penulis terkadang menerima email yang menawarkan publikasi artikel pada jurnal tertentu.
Email semacam ini tidak otomatis menunjukkan bahwa jurnal tersebut bermasalah. Namun, penulis tetap perlu melakukan verifikasi sebelum memberikan respons atau mengirimkan manuskrip.
Periksa alamat pengirim, nama jurnal, penerbit, website, scope, proses peer review, biaya, dan klaim indeksasinya.
Jangan menjadikan email promosi sebagai satu-satunya dasar dalam memilih jurnal.
Perbedaan Jurnal Predator dan Jurnal yang Kredibel
| Aspek | Perlu Diwaspadai | Jurnal yang Lebih Transparan |
|---|---|---|
| Peer review | Tidak jelas atau tidak dijelaskan | Proses dijelaskan |
| Biaya | Tidak transparan | Informasi biaya tersedia |
| Penerbit | Sulit diverifikasi | Identitas jelas |
| Editorial board | Informasi meragukan | Nama dan afiliasi dapat diperiksa |
| Indeksasi | Klaim sulit dibuktikan | Dapat diverifikasi |
| Scope | Sangat luas tanpa penjelasan | Fokus dan scope jelas |
| Publikasi | Janji sangat cepat atau pasti diterima | Mengikuti proses editorial |
Tabel tersebut bukan alat untuk memberikan keputusan otomatis. Satu indikator saja belum cukup untuk menyatakan sebuah jurnal sebagai predator. Penilaian sebaiknya dilakukan berdasarkan beberapa aspek secara bersamaan.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Penulis
Beberapa penulis memilih jurnal hanya berdasarkan biaya dan kecepatan publikasi.
Padahal, dua faktor tersebut bukan satu-satunya hal yang perlu dipertimbangkan. Jurnal dengan biaya rendah belum tentu lebih baik, begitu pula jurnal dengan proses publikasi cepat belum tentu bermasalah.
Kesalahan lainnya adalah mempercayai klaim indeksasi tanpa melakukan verifikasi. Logo database yang ditampilkan pada website jurnal sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai bukti bahwa jurnal tersebut benar-benar terindeks.
Ada pula penulis yang tidak membaca scope jurnal sehingga mengirimkan artikel ke jurnal yang tidak sesuai dengan bidangnya.
Tips Memilih Jurnal yang Lebih Aman
Sebelum submit, gunakan beberapa pertanyaan berikut sebagai pemeriksaan awal:
- Apakah penerbit jurnal dapat diverifikasi?
- Apakah scope jurnal sesuai dengan artikel?
- Apakah proses peer review dijelaskan?
- Apakah editorial board dapat diverifikasi?
- Apakah biaya publikasi dijelaskan secara transparan?
- Apakah klaim indeksasi dapat dibuktikan melalui sumber resmi?
- Apakah artikel-artikel sebelumnya terlihat konsisten dengan bidang jurnal?
- Apakah kebijakan etika publikasi tersedia?
- Apakah website dan informasi jurnal terlihat konsisten dan profesional?
Semakin banyak informasi yang dapat diverifikasi, semakin baik dasar yang dimiliki penulis untuk mengambil keputusan.
Jangan Hanya Mengejar Publikasi Cepat
Keinginan untuk segera menerbitkan artikel merupakan hal yang wajar, terutama ketika penulis memiliki kebutuhan akademik atau profesional tertentu. Namun, kecepatan publikasi sebaiknya tidak menjadi satu-satunya pertimbangan.
Memilih jurnal membutuhkan pemeriksaan terhadap kesesuaian bidang, proses editorial, peer review, biaya, indeksasi, dan kredibilitas penerbit.
Dengan melakukan pemeriksaan sebelum submit, penulis dapat mengurangi risiko mengirimkan artikel kepada penerbit yang tidak sesuai dan dapat memilih rumah publikasi dengan pertimbangan yang lebih matang.
Punya Artikel yang Ingin Dipublikasikan?
Temukan pilihan jurnal yang sesuai dengan bidang penelitian Anda dan mulai proses publikasi bersama Pusat Jurnal.