Home Blog Apa Itu Populasi dan Sampel Penelitian? Pengertian, Jenis, dan Cara Menentukannya
Apa Itu Populasi dan Sampel Penelitian? Pengertian, Jenis, dan Cara Menentukannya
Penelitian

Penulis

Nabillah Fiqa Mawarni

Tanggal

29 September 2026

Apa Itu Populasi dan Sampel Penelitian? Pengertian, Jenis, dan Cara Menentukannya

Populasi dan sampel merupakan dua istilah yang sering digunakan dalam penelitian, terutama ketika peneliti perlu menentukan sumber data yang akan digunakan.

Populasi mengacu pada keseluruhan objek atau subjek yang menjadi sasaran penelitian, sedangkan sampel merupakan sebagian dari populasi yang dipilih untuk mewakili atau memberikan informasi mengenai populasi tersebut.

Pemahaman mengenai populasi dan sampel penting karena penentuan keduanya berkaitan dengan bagaimana data penelitian dikumpulkan dan dianalisis.

Apa Itu Populasi Penelitian?

Populasi penelitian adalah keseluruhan objek atau subjek yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi sasaran penelitian.

Populasi tidak selalu berarti manusia. Dalam penelitian, populasi dapat berupa mahasiswa, guru, perusahaan, dokumen, produk, wilayah, atau objek lain yang sesuai dengan tujuan penelitian.

Sebagai contoh, jika penelitian membahas tingkat kepuasan mahasiswa terhadap layanan akademik di sebuah universitas, maka populasi penelitian dapat berupa seluruh mahasiswa yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan.

Peneliti perlu menjelaskan karakteristik populasi secara jelas agar batas penelitian dapat dipahami.

Apa Itu Sampel Penelitian?

Sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yang dipilih untuk menjadi sumber data penelitian.

Penggunaan sampel biasanya dilakukan ketika peneliti tidak mengumpulkan data dari seluruh anggota populasi.

Sampel perlu dipilih berdasarkan pertimbangan yang sesuai dengan tujuan dan desain penelitian. Cara memilih sampel juga dapat berbeda tergantung karakteristik populasi dan pendekatan penelitian yang digunakan.

Perbedaan Populasi dan Sampel

Perbedaan sederhana antara populasi dan sampel dapat dilihat dari cakupannya.

Populasi mencakup keseluruhan objek atau subjek yang menjadi sasaran penelitian.

Sampel merupakan bagian dari populasi yang dipilih untuk menjadi sumber data.

Misalnya, sebuah penelitian memiliki populasi 1.000 mahasiswa. Jika peneliti hanya mengambil data dari 200 mahasiswa berdasarkan teknik sampling tertentu, maka 1.000 mahasiswa merupakan populasi dan 200 mahasiswa merupakan sampel.

Mengapa Penentuan Populasi dan Sampel Penting?

Penentuan populasi dan sampel membantu peneliti menetapkan batas penelitian dengan lebih jelas.

Beberapa manfaatnya antara lain:

  • Menentukan siapa atau apa yang menjadi sasaran penelitian
  • Menentukan sumber data penelitian
  • Membantu menyusun strategi pengumpulan data
  • Menyesuaikan penelitian dengan waktu dan sumber daya yang tersedia
  • Membantu peneliti menentukan teknik sampling yang sesuai
  • Memperjelas batas generalisasi hasil penelitian jika penelitian menggunakan sampel

Populasi dan sampel yang ditentukan dengan jelas juga membantu pembaca memahami konteks data yang digunakan dalam penelitian.

Jenis-Jenis Populasi

Populasi dapat dibedakan berdasarkan karakteristik dan cakupannya.

1. Populasi Target

Populasi target merupakan kelompok yang menjadi sasaran utama penelitian sesuai dengan tujuan penelitian.

Misalnya, penelitian membahas penggunaan media pembelajaran digital pada mahasiswa perguruan tinggi. Populasi target dapat ditentukan berdasarkan karakteristik mahasiswa yang sesuai dengan fokus penelitian.

2. Populasi Terjangkau

Populasi terjangkau merupakan bagian dari populasi target yang secara nyata dapat dijangkau oleh peneliti berdasarkan kondisi penelitian.

Perbedaan antara populasi target dan populasi terjangkau perlu diperhatikan agar batas penelitian dapat dijelaskan secara tepat.

Jenis-Jenis Sampel

Teknik pengambilan sampel secara umum dapat dibedakan menjadi probability sampling dan non-probability sampling.

Probability Sampling

Pada probability sampling, anggota populasi memiliki peluang tertentu untuk dipilih menjadi sampel sesuai dengan rancangan sampling yang digunakan.

Beberapa bentuk yang sering dikenal antara lain:

1. Simple Random Sampling

Setiap anggota populasi yang memenuhi kriteria memiliki peluang untuk dipilih sebagai sampel secara acak.

Teknik ini dapat digunakan ketika peneliti memiliki informasi yang memadai mengenai anggota populasi dan kondisi populasi memungkinkan pengambilan sampel secara acak.

2. Stratified Random Sampling

Populasi dibagi ke dalam kelompok atau strata tertentu berdasarkan karakteristik yang relevan, kemudian sampel dipilih dari setiap strata sesuai dengan rancangan penelitian.

Teknik ini dapat digunakan ketika populasi memiliki kelompok yang perlu diperhatikan dalam pengambilan sampel.

3. Cluster Sampling

Populasi dibagi menjadi kelompok atau klaster tertentu, kemudian beberapa klaster dipilih sebagai bagian dari sampel sesuai rancangan penelitian.

Teknik ini dapat dipertimbangkan ketika populasi tersebar dalam kelompok atau wilayah tertentu.

4. Systematic Sampling

Sampel dipilih berdasarkan interval tertentu dari daftar populasi setelah titik awal ditentukan sesuai prosedur yang digunakan.

Teknik ini membutuhkan daftar populasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan sampel.

Non-Probability Sampling

Pada non-probability sampling, pemilihan anggota sampel tidak didasarkan pada peluang yang sama bagi seluruh anggota populasi.

Beberapa bentuk yang dapat digunakan antara lain:

1. Purposive Sampling

Peneliti memilih sampel berdasarkan kriteria tertentu yang dianggap sesuai dengan tujuan penelitian.

Kriteria tersebut perlu dijelaskan agar pembaca memahami alasan suatu objek atau responden dipilih.

2. Convenience Sampling

Sampel dipilih berdasarkan kemudahan akses atau ketersediaan objek yang dapat dijangkau oleh peneliti.

Teknik ini perlu digunakan dengan mempertimbangkan keterbatasan dan karakteristik hasil penelitian.

3. Snowball Sampling

Pemilihan sampel dapat berkembang melalui rekomendasi dari partisipan atau sumber sebelumnya.

Teknik ini dapat digunakan pada kondisi tertentu ketika peneliti kesulitan mengidentifikasi atau menjangkau anggota populasi secara langsung.

4. Quota Sampling

Peneliti menentukan jumlah tertentu untuk kelompok atau karakteristik tertentu, kemudian memilih responden hingga jumlah yang ditetapkan terpenuhi.

Kriteria dan pembagian kuota perlu disesuaikan dengan tujuan penelitian.

Cara Menentukan Populasi Penelitian

Penentuan populasi sebaiknya dimulai dari masalah dan tujuan penelitian.

1. Tentukan Fokus Penelitian

Pahami terlebih dahulu apa yang ingin diteliti.

Fokus penelitian akan membantu menentukan siapa atau apa yang relevan menjadi populasi.

2. Tentukan Karakteristik Populasi

Jelaskan karakteristik yang harus dimiliki oleh anggota populasi.

Karakteristik dapat berupa usia, status, pekerjaan, lokasi, pengalaman, institusi, atau kriteria lain yang relevan dengan penelitian.

3. Tentukan Batas Populasi

Tentukan batas berdasarkan lokasi, waktu, kelompok, atau karakteristik tertentu.

Batas yang jelas akan membuat penelitian lebih terarah.

4. Tentukan Jumlah Populasi Jika Diperlukan

Jika jumlah populasi dapat diketahui, informasi tersebut dapat digunakan dalam perencanaan pengambilan sampel.

Jika jumlah populasi tidak diketahui atau sulit ditentukan, peneliti perlu menggunakan pendekatan yang sesuai dengan desain penelitian.

Cara Menentukan Sampel Penelitian

Setelah populasi ditentukan, langkah berikutnya adalah menentukan sampel.

1. Tentukan Kriteria Sampel

Tentukan siapa yang dapat menjadi anggota sampel dan siapa yang tidak termasuk dalam kriteria penelitian.

Kriteria tersebut harus sesuai dengan tujuan penelitian.

2. Pilih Teknik Sampling

Pilih teknik sampling berdasarkan karakteristik populasi, tujuan penelitian, desain penelitian, serta kondisi pengumpulan data.

Tidak semua teknik sampling cocok digunakan untuk setiap penelitian.

3. Tentukan Ukuran Sampel

Jumlah sampel perlu ditentukan berdasarkan desain penelitian dan metode yang digunakan.

Tidak ada satu jumlah sampel yang dapat diterapkan secara sama untuk seluruh penelitian. Peneliti perlu mempertimbangkan karakteristik populasi, tujuan analisis, teknik sampling, dan ketentuan metodologis yang relevan.

4. Lakukan Pengambilan Sampel

Setelah teknik dan ukuran sampel ditentukan, lakukan proses pemilihan sampel sesuai prosedur yang telah dirancang.

Proses tersebut perlu dicatat dan dijelaskan agar metode penelitian dapat dipahami dan dipertanggungjawabkan.

Contoh Populasi dan Sampel

Misalnya seorang peneliti ingin mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa terhadap layanan perpustakaan di sebuah perguruan tinggi.

Jika terdapat 2.000 mahasiswa yang memenuhi kriteria penelitian, seluruh mahasiswa tersebut dapat menjadi populasi.

Peneliti kemudian memilih 200 mahasiswa sebagai responden berdasarkan teknik sampling yang telah ditentukan.

Dalam contoh tersebut:

  • Populasi: 2.000 mahasiswa yang memenuhi kriteria penelitian
  • Sampel: 200 mahasiswa yang dipilih sebagai responden
  • Objek penelitian: kepuasan terhadap layanan perpustakaan

Contoh tersebut hanya menggambarkan hubungan antara populasi dan sampel. Jumlah sampel yang sebenarnya harus ditentukan berdasarkan rancangan penelitian yang digunakan.

Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Saat Menentukan Sampel

Penentuan sampel tidak hanya berkaitan dengan jumlah responden. Beberapa faktor lain juga perlu diperhatikan.

Karakteristik Populasi

Populasi yang memiliki karakteristik beragam mungkin membutuhkan pertimbangan sampling yang berbeda dengan populasi yang lebih homogen.

Tujuan Penelitian

Teknik sampling harus mendukung tujuan penelitian. Penelitian yang bertujuan menguji hubungan variabel dapat memiliki kebutuhan sampling yang berbeda dengan penelitian yang berfokus pada kelompok tertentu.

Desain Penelitian

Pendekatan dan desain penelitian juga memengaruhi cara sampel ditentukan.

Ketersediaan Data

Peneliti perlu mempertimbangkan apakah daftar populasi tersedia, apakah anggota populasi dapat dijangkau, serta bagaimana proses pengumpulan data akan dilakukan.

Sumber Daya Penelitian

Waktu, biaya, tenaga, dan akses terhadap responden dapat menjadi pertimbangan praktis dalam menentukan strategi pengambilan sampel.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam menentukan populasi dan sampel antara lain:

  • Tidak menjelaskan populasi dengan jelas
  • Menentukan sampel tanpa kriteria yang jelas
  • Memilih teknik sampling tanpa alasan metodologis
  • Menentukan jumlah sampel hanya berdasarkan kebiasaan
  • Tidak menjelaskan proses pengambilan sampel
  • Mengabaikan karakteristik populasi
  • Menggunakan sampel yang tidak sesuai dengan tujuan penelitian

Peneliti perlu menjelaskan alasan pemilihan populasi, sampel, teknik sampling, dan ukuran sampel dalam bagian metode penelitian.

Checklist Menentukan Populasi dan Sampel

Sebelum melakukan pengumpulan data, peneliti dapat memeriksa beberapa hal berikut:

  • Fokus penelitian sudah jelas
  • Populasi penelitian sudah ditentukan
  • Karakteristik populasi sudah dijelaskan
  • Batas populasi sudah ditentukan
  • Kriteria sampel sudah dibuat
  • Teknik sampling sudah dipilih
  • Ukuran sampel sudah ditentukan berdasarkan metode yang sesuai
  • Prosedur pengambilan sampel sudah direncanakan
  • Sampel sesuai dengan tujuan penelitian
  • Proses sampling dapat dijelaskan dalam metode penelitian

Penentuan populasi dan sampel membantu peneliti menetapkan sumber data secara lebih terarah. Dengan memahami karakteristik populasi, menentukan kriteria sampel, serta memilih teknik sampling yang sesuai dengan desain penelitian, proses pengumpulan data dapat dilakukan secara lebih sistematis.

Punya Artikel yang Ingin Dipublikasikan?

Temukan pilihan jurnal yang sesuai dengan bidang penelitian Anda dan mulai proses publikasi bersama Pusat Jurnal.

Hubungi Kami / Konsultasi