Home Blog Apa Itu Rumusan Masalah dalam Penelitian? Pengertian dan Cara Membuatnya
Apa Itu Rumusan Masalah dalam Penelitian? Pengertian dan Cara Membuatnya
Penelitian

Penulis

Silvi

Tanggal

06 August 2026

Apa Itu Rumusan Masalah dalam Penelitian? Pengertian dan Cara Membuatnya

Dalam sebuah penelitian, rumusan masalah menjadi salah satu bagian yang menentukan arah pembahasan. Rumusan masalah membantu peneliti menjelaskan persoalan apa yang ingin dikaji dan pertanyaan apa yang perlu dijawab melalui penelitian.

Rumusan masalah biasanya disusun setelah peneliti memahami latar belakang masalah dan menentukan topik penelitian. Dari rumusan tersebut, peneliti dapat menentukan tujuan penelitian, memilih metode yang sesuai, serta menentukan data yang perlu dikumpulkan.

Karena memiliki peran penting, rumusan masalah tidak sebaiknya dibuat hanya untuk memenuhi struktur proposal atau karya ilmiah. Rumusan masalah perlu disusun dengan jelas agar penelitian memiliki arah yang dapat dipahami.

Apa Itu Rumusan Masalah?

Rumusan masalah adalah pertanyaan penelitian yang menjelaskan persoalan utama yang ingin dijawab melalui suatu penelitian.

Rumusan tersebut berasal dari masalah atau fenomena yang telah diidentifikasi oleh peneliti. Pertanyaan yang dibuat kemudian menjadi dasar untuk menentukan apa yang akan diteliti dan bagaimana penelitian dilakukan.

Sebagai contoh, seorang peneliti ingin mengkaji penggunaan media pembelajaran digital pada mahasiswa. Topik tersebut masih cukup luas.

Setelah masalah diperjelas, rumusan masalah dapat diarahkan menjadi pertanyaan seperti bagaimana penggunaan media pembelajaran digital dalam proses pembelajaran mahasiswa atau faktor apa saja yang memengaruhi penggunaannya.

Dengan demikian, rumusan masalah membuat topik penelitian yang masih luas menjadi lebih terarah.

Mengapa Rumusan Masalah Penting dalam Penelitian?

Rumusan masalah membantu peneliti menjaga penelitian agar tetap berada pada fokus yang telah ditentukan.

Tanpa rumusan masalah yang jelas, pembahasan penelitian dapat menjadi terlalu luas. Peneliti mungkin mengumpulkan banyak data, tetapi tidak semuanya berkaitan langsung dengan tujuan penelitian.

Rumusan masalah juga memiliki hubungan dengan bagian lain dalam karya ilmiah. Tujuan penelitian biasanya disusun berdasarkan rumusan masalah, sedangkan metode penelitian digunakan untuk menjawab pertanyaan yang telah dirumuskan.

Karena itu, perubahan pada rumusan masalah dapat memengaruhi bagian lain dari penelitian.

Apa Hubungan Rumusan Masalah dengan Latar Belakang?

Latar belakang dan rumusan masalah memiliki hubungan yang erat, tetapi keduanya bukan bagian yang sama.

Latar belakang menjelaskan alasan mengapa suatu masalah perlu diteliti. Bagian ini dapat membahas kondisi, fenomena, data, penelitian sebelumnya, atau kesenjangan yang menjadi dasar penelitian.

Rumusan masalah kemudian mengubah masalah tersebut menjadi pertanyaan penelitian yang lebih spesifik.

Sederhananya, latar belakang menjelaskan konteks masalah, sedangkan rumusan masalah menunjukkan pertanyaan yang akan dijawab melalui penelitian.

Karena itu, rumusan masalah seharusnya memiliki dasar yang jelas dari pembahasan latar belakang.

Ciri-Ciri Rumusan Masalah yang Baik

Rumusan masalah yang baik umumnya memiliki beberapa karakteristik.

Jelas

Pertanyaan yang dibuat harus dapat dipahami dengan mudah dan tidak menimbulkan banyak penafsiran.

Hindari kalimat yang terlalu panjang atau penggunaan istilah yang tidak diperlukan.

Spesifik

Rumusan masalah perlu memiliki batasan yang jelas agar penelitian tidak berkembang terlalu luas.

Batasan dapat berkaitan dengan objek penelitian, lokasi, subjek, variabel, periode, atau aspek tertentu yang menjadi fokus penelitian.

Sesuai dengan Masalah Penelitian

Rumusan masalah harus benar-benar berasal dari masalah yang ingin diteliti.

Jangan memasukkan pertanyaan yang tidak memiliki hubungan dengan pembahasan utama penelitian.

Dapat Diteliti

Pertanyaan yang dibuat harus memungkinkan untuk dijawab melalui proses penelitian dengan metode dan data yang sesuai.

Rumusan masalah yang terlalu abstrak atau tidak memiliki cara yang jelas untuk diteliti akan menyulitkan proses penelitian.

Konsisten dengan Tujuan Penelitian

Rumusan masalah dan tujuan penelitian harus memiliki hubungan yang jelas.

Jika rumusan masalah menanyakan beberapa hal, tujuan penelitian juga perlu diarahkan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Cara Membuat Rumusan Masalah

Membuat rumusan masalah dapat dilakukan secara bertahap agar pertanyaan yang dihasilkan tidak terlalu luas.

Tentukan Topik Penelitian

Langkah pertama adalah menentukan topik yang ingin diteliti.

Topik dapat berasal dari masalah yang ditemukan di lapangan, fenomena tertentu, hasil penelitian sebelumnya, kebutuhan praktis, atau perkembangan suatu bidang ilmu.

Topik yang terlalu luas sebaiknya dipersempit sebelum masuk ke tahap perumusan masalah.

Identifikasi Masalah

Setelah topik ditentukan, cari tahu masalah apa yang sebenarnya ingin dibahas.

Peneliti dapat melihat kondisi yang terjadi, membandingkannya dengan kondisi yang diharapkan, serta mencari bagian yang masih membutuhkan penjelasan.

Pada tahap ini, peneliti belum harus langsung membuat kalimat rumusan masalah.

Tentukan Fokus Penelitian

Setelah masalah ditemukan, tentukan bagian mana yang akan menjadi fokus penelitian.

Fokus ini penting agar penelitian tidak mencoba menjawab terlalu banyak persoalan sekaligus.

Misalnya, topik mengenai penggunaan teknologi dalam pendidikan dapat memiliki banyak aspek. Peneliti dapat memilih salah satu fokus, seperti efektivitas penggunaan teknologi, pengalaman pengguna, faktor penerimaan, atau dampaknya terhadap proses pembelajaran.

Ubah Masalah Menjadi Pertanyaan

Masalah yang sudah dipersempit kemudian dapat diubah menjadi pertanyaan penelitian.

Pertanyaan dapat menggunakan kata seperti apa, bagaimana, mengapa, atau sejauh mana, tergantung pada tujuan dan pendekatan penelitian.

Pemilihan bentuk pertanyaan perlu disesuaikan dengan hal yang ingin diketahui melalui penelitian.

Periksa Kembali Kelayakannya

Setelah rumusan dibuat, periksa apakah pertanyaan tersebut benar-benar dapat diteliti.

Pertimbangkan ketersediaan data, subjek penelitian, waktu, metode, serta sumber daya yang dimiliki.

Rumusan masalah yang terlalu luas dapat menyulitkan penelitian, sedangkan rumusan yang terlalu sempit mungkin tidak memberikan ruang yang cukup untuk menjawab persoalan penelitian.

Contoh Rumusan Masalah

Misalnya penelitian membahas penggunaan media pembelajaran digital oleh mahasiswa.

Rumusan masalah dapat dibuat dalam bentuk pertanyaan seperti:

  1. Bagaimana penggunaan media pembelajaran digital dalam proses pembelajaran mahasiswa?
  2. Apa saja faktor yang memengaruhi penggunaan media pembelajaran digital oleh mahasiswa?
  3. Bagaimana persepsi mahasiswa terhadap penggunaan media pembelajaran digital?

Contoh tersebut menunjukkan bahwa satu topik dapat memiliki beberapa pertanyaan penelitian selama seluruh pertanyaan masih berada dalam fokus yang sama.

Jumlah rumusan masalah tidak harus selalu banyak. Yang lebih penting adalah setiap pertanyaan memiliki hubungan dengan tujuan penelitian dan dapat dijawab melalui data yang dikumpulkan.

Apakah Rumusan Masalah Harus Berbentuk Pertanyaan?

Dalam banyak penelitian, rumusan masalah memang disajikan dalam bentuk pertanyaan penelitian karena bentuk tersebut membuat hal yang ingin dijawab menjadi lebih jelas.

Namun, cara penyajiannya dapat mengikuti pedoman institusi, program studi, atau jenis karya ilmiah yang digunakan.

Karena itu, peneliti tetap perlu memperhatikan pedoman penulisan yang berlaku di kampus atau lembaga masing-masing.

Yang paling penting adalah substansinya tetap menunjukkan persoalan yang akan dijawab melalui penelitian.

Berapa Jumlah Rumusan Masalah yang Ideal?

Tidak ada jumlah yang berlaku untuk semua penelitian.

Jumlah rumusan masalah bergantung pada ruang lingkup, tujuan penelitian, desain penelitian, serta kompleksitas masalah yang diteliti.

Penelitian sederhana dapat memiliki satu atau beberapa pertanyaan utama. Penelitian yang lebih kompleks dapat membutuhkan beberapa rumusan masalah untuk membahas aspek yang berbeda.

Daripada menentukan jumlah terlebih dahulu, lebih baik tentukan pertanyaan apa yang benar-benar diperlukan untuk menjawab masalah penelitian.

Perbedaan Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian

Rumusan masalah dan tujuan penelitian saling berkaitan, tetapi memiliki fungsi yang berbeda.

Rumusan masalah berisi pertanyaan yang ingin dijawab.

Tujuan penelitian menjelaskan apa yang ingin dicapai atau diketahui melalui penelitian tersebut.

Misalnya rumusan masalah berbunyi:

"Bagaimana pengaruh penggunaan media pembelajaran digital terhadap hasil belajar mahasiswa?"

Tujuan penelitiannya dapat diarahkan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran digital terhadap hasil belajar mahasiswa.

Dengan demikian, tujuan penelitian mengikuti arah yang telah ditentukan melalui rumusan masalah.

Perbedaan Rumusan Masalah dan Hipotesis

Rumusan masalah merupakan pertanyaan penelitian, sedangkan hipotesis merupakan dugaan atau jawaban sementara yang dapat diuji dalam penelitian tertentu.

Tidak semua penelitian menggunakan hipotesis dalam bentuk yang sama. Penggunaannya bergantung pada pendekatan dan desain penelitian.

Pada penelitian kuantitatif tertentu, hipotesis dapat digunakan untuk menguji hubungan atau pengaruh antarvariabel. Sementara itu, penelitian dengan pendekatan lain dapat memiliki pertanyaan penelitian tanpa menggunakan hipotesis seperti pada penelitian kuantitatif.

Karena itu, rumusan masalah sebaiknya dibuat berdasarkan persoalan penelitian sebelum menentukan apakah hipotesis diperlukan.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Rumusan Masalah

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah membuat rumusan masalah terlalu luas.

Contohnya, peneliti ingin membahas seluruh faktor yang memengaruhi kualitas pendidikan mahasiswa dalam satu penelitian. Ruang lingkup seperti ini dapat menjadi terlalu besar dan sulit dikelola.

Kesalahan lainnya adalah membuat pertanyaan yang tidak sesuai dengan data yang tersedia.

Ada juga rumusan masalah yang tidak konsisten dengan tujuan penelitian atau metode yang digunakan. Akibatnya, bagian-bagian dalam karya ilmiah tidak saling terhubung dengan baik.

Rumusan masalah sebaiknya diperiksa kembali setelah metode penelitian dan tujuan penelitian disusun untuk memastikan semuanya masih berada pada arah yang sama.

Apakah Rumusan Masalah Bisa Berubah?

Bisa.

Dalam proses penelitian, peneliti dapat menemukan informasi baru yang membuat fokus penelitian perlu diperjelas atau disesuaikan.

Namun, perubahan rumusan masalah sebaiknya dilakukan secara terkontrol karena dapat memengaruhi tujuan penelitian, metode, data, hingga pembahasan.

Jika penelitian merupakan bagian dari tugas akademik, perubahan tersebut juga perlu disesuaikan dengan ketentuan dan arahan dosen pembimbing atau institusi.

Cara Sederhana Mengecek Rumusan Masalah

Sebelum menggunakan rumusan masalah dalam proposal atau karya ilmiah, periksa beberapa hal.

Apakah pertanyaannya jelas?

Apakah masalah yang ditanyakan sesuai dengan topik?

Apakah ruang lingkupnya cukup spesifik?

Apakah pertanyaan tersebut dapat dijawab melalui penelitian?

Apakah tersedia data untuk menjawabnya?

Apakah tujuan penelitian sudah sesuai dengan rumusan tersebut?

Jika pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan baik, rumusan masalah sudah memiliki dasar yang lebih kuat untuk digunakan dalam penelitian.

Rumusan masalah membantu menentukan arah sebuah penelitian. Rumusan yang jelas membuat peneliti lebih mudah menentukan tujuan, metode, data, dan pembahasan yang diperlukan.

Tidak ada satu bentuk rumusan masalah yang dapat digunakan untuk semua penelitian. Bentuk dan jumlahnya perlu disesuaikan dengan topik, pendekatan, desain penelitian, serta pedoman akademik yang berlaku.

Sebelum menyusun rumusan masalah, peneliti perlu memahami terlebih dahulu masalah yang ingin dikaji dan membatasi ruang lingkupnya. Dari sana, masalah dapat diubah menjadi pertanyaan penelitian yang jelas, spesifik, dan dapat dijawab melalui proses penelitian.

Punya Artikel yang Ingin Dipublikasikan?

Temukan pilihan jurnal yang sesuai dengan bidang penelitian Anda dan mulai proses publikasi bersama Pusat Jurnal.

Hubungi Kami / Konsultasi